Te-Minutes – Penguatan kelembagaan Posyandu menjadi perhatian Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Batang Hari, Zulva Fadhil, sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung kesehatan ibu hamil dan anak. Hal tersebut disampaikan Zulva saat menghadiri Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK dan TP Posyandu se-Indonesia Bagian Barat di Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Bagi Zulva, Posyandu memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu titik layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, penguatan kelembagaan dan kapasitas kader menjadi penting agar Posyandu mampu menjalankan fungsi pelayanan secara optimal.
“Posyandu merupakan bagian penting dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kelembagaannya harus kita perkuat, kadernya harus terus kita tingkatkan kapasitasnya, sehingga pelayanan yang diberikan benar-benar dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Zulva.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, salah satu perhatian utama Tim Pembina Posyandu Kabupaten Batang Hari adalah memastikan pelayanan kepada ibu hamil dan anak dapat dilakukan secara berkesinambungan. Pemantauan kondisi ibu selama kehamilan serta tumbuh kembang anak perlu mendapat perhatian bersama dengan melibatkan kader, keluarga dan berbagai sektor terkait.
“Perhatian terhadap ibu hamil dan anak harus dimulai sejak dini. Posyandu memiliki peran penting dalam membantu pemantauan dan edukasi kepada keluarga. Karena itu, kita ingin kader semakin aktif dalam memberikan informasi dan mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Posyandu,” katanya.
Zulva juga menekankan pentingnya memperkuat pelaksanaan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui sinergi Posyandu dengan pemerintah daerah dan perangkat terkait.
Enam bidang SPM tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
“Posyandu sekarang memiliki ruang peran yang semakin luas. Kita perlu memahami bagaimana Posyandu dapat menjadi bagian dari penguatan pelayanan dasar, termasuk mendukung pencapaian enam SPM. Ini membutuhkan koordinasi lintas sektor dan pemahaman yang sama sampai ke tingkat desa dan kelurahan,” jelas Zulva.
Ia mengatakan, penguatan Posyandu tidak dapat hanya bertumpu pada satu sektor. Pelaksanaannya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa dan kelurahan, tenaga kesehatan, kader, keluarga serta berbagai pihak lainnya.
“Semua harus bergerak bersama. Kader adalah ujung tombak yang berhadapan langsung dengan masyarakat, sementara pemerintah dan lintas sektor memberikan dukungan kebijakan, data, pembinaan dan pelayanan. Kalau semuanya terhubung, pelayanan kepada masyarakat akan semakin kuat,” ungkapnya.
Zulva menambahkan, hasil rapat di Jakarta akan menjadi bahan untuk memperkuat pembinaan Posyandu di Kabupaten Batang Hari, termasuk dalam hal koordinasi kelembagaan, peningkatan kapasitas kader serta penguatan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Harapan kita, Posyandu di Batang Hari semakin kuat secara kelembagaan, kadernya semakin kompeten dan masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan. Khususnya ibu hamil dan anak, jangan sampai ada yang terlewat dari pemantauan dan pelayanan,” tuturnya.
Ke depan, Tim Pembina Posyandu Kabupaten Batang Hari akan terus mendorong penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar Posyandu dapat berperan optimal dalam mendukung pelayanan dasar masyarakat dan pencapaian 6 SPM.
“Yang kita bangun bukan hanya Posyandu yang aktif berkegiatan, tetapi Posyandu yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketika ibu dan anak sehat, keluarga kuat, dan pelayanan dasar semakin dekat dengan masyarakat, maka kualitas pembangunan manusia di Batang Hari juga akan semakin baik,” pungkas Zulva.






