Te-Minutes – Pemerintah Kabupaten Batang Hari menyalurkan bantuan tali asih kepada 40 warga yang menjadi korban bencana alam maupun nonalam selama periode April hingga Agustus 2026.
Penyaluran bantuan berlangsung di Ruang Kaca Rumah Dinas Bupati Batang Hari dan diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Batang Hari, Zulva Fadhil, didampingi Plt. Kepala BPBD Batang Hari, Sholihin, Dinas Sosial, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Batang Hari.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp225 juta. Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Batang Hari terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua TP PKK Kabupaten Batang Hari, Zulva Fadhil, menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas berbagai musibah yang menimpa masyarakat.
“Kami turut berduka atas musibah yang dialami saudara-saudara kita. Bantuan ini memang tidak dapat mengganti seluruh kerugian yang dialami, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban dan menjadi bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” ujar Zulva.
Zulva juga memberikan perhatian khusus terhadap musibah kebakaran yang terjadi di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, yang mengakibatkan kerugian material hingga menelan korban jiwa.
“Kita semua tentu sangat berduka atas kejadian tersebut. Saya menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya dan berharap tidak ada lagi kejadian serupa dan semoga keluarga yang ditinggalkan senatisa diberikan ketabahan,” katanya.
Dirinya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta bersama-sama menjaga lingkungan.
Sementara itu, Plt. Kepala BPBD Kabupaten Batang Hari, Sholihin, mengatakan penyaluran tali asih merupakan salah satu bentuk respons pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan meringankan beban mereka setelah mengalami musibah,” ungkap Sholihin.
Menurutnya, kondisi musim kemarau juga perlu menjadi perhatian bersama karena meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, khususnya kebakaran lahan dan permukiman.
Sholihin mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.
“Pencegahan menjadi hal yang sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat kepada pihak terkait,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para korban sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.






