Te-Minutes – Ada suasana berbeda yang mewarnai Lapangan Alun-Alun Batang Hari usai upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Di tengah riuh suasana dan ribuan masyarakat yang masih berada di lokasi, Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, tidak langsung meninggalkan lapangan. Ia justru menyambangi langsung 1.000 pelajar yang tergabung dalam “Batang Hari Super Tangguh’s Voice.”
Langkah Bupati mendekati barisan para pelajar itu sontak menghadirkan suasana hangat. Tidak ada jarak antara pemimpin dan anak-anak muda yang hari itu tampil membawakan serenade untuk memeriahkan hari kemerdekaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, Fadhil Arief ikut bernyanyi bersama para pelajar. Suara ribuan pelajar berpadu dengan suara sang bupati, menciptakan momen sederhana namun penuh makna.
Senyum dan keceriaan terlihat dari wajah para pelajar. Bagi mereka, bernyanyi bersama kepala daerah setelah menampilkan persembahan di hadapan masyarakat tentu menjadi pengalaman yang tidak setiap hari mereka dapatkan.
Momen tersebut sekaligus memperlihatkan sisi humanis seorang pemimpin yang hadir bukan hanya sebagai inspektur upacara, tetapi juga memberikan apresiasi secara langsung kepada generasi muda yang telah ikut mengambil bagian dalam perayaan kemerdekaan.
Bagi Bupati Batang Hari, keberadaan 1.000 pelajar dalam Batang Hari Super Tangguh’s Voice bukan sekadar pertunjukan. Di balik harmoni suara yang mereka tampilkan, terdapat proses belajar tentang disiplin, kekompakan, keberanian dan kebersamaan.
Kehadiran Fadhil Arief di tengah-tengah para pelajar juga menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras mereka selama mempersiapkan penampilan. Terlebih, serenade tersebut merupakan binaan Ketua TP PKK Batang Hari, Zulva Fadhil, dan dikoordinasikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Batang Hari, Ahmad Fathan.
Di tengah suasana yang penuh kegembiraan itu, batas antara panggung dan penonton seolah menghilang. Bupati, para pelajar dan masyarakat larut dalam satu suasana, merayakan kemerdekaan dengan cara yang sederhana, dekat dan penuh kebersamaan.
Serenade 1.000 pelajar akhirnya bukan hanya menjadi pertunjukan musik dalam rangkaian HUT ke-81 Republik Indonesia. Lebih dari itu, ia menjadi sebuah cerita tentang bagaimana kemerdekaan dirayakan bersama, ketika seorang pemimpin turun langsung menemui anak-anaknya, bernyanyi bersama, dan menyaksikan dari dekat semangat generasi muda Batang Hari.
Sebuah momen singkat setelah upacara, tetapi meninggalkan kesan yang panjang, kemerdekaan terasa lebih dekat ketika dirayakan bersama.






